Studi Banding LPPM-UT tentang Pengelolaan KKN Ke LPPM Universitas BRAWIJAYA, MALANG

12 Oct 2017 12:32:27admin

KKN atau kuliah kerja nyata adalah salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh mahasiswa dari berbagai bidang ilmu, di lokasi dan dalam jangka waktu tertentu. Tujuan KKN adalah untuk melatih mahasiswa membantu mengatasi masalah-masalah yang ada di masyarakat dengan menggunakan ilmu yang telah dipelajarinya di bangku kuliah.

Sebagai perguruan tinggi jarak jauh yang mahasiswanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan di berbagai negara di luar negeri, Universitas Terbuka (UT) berkeinginan mengembangkan program KKN sebagai salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat bagi mahasiswa. Untuk itu, pada tanggal 19 September 2017 LPPM-UT, yang diwakili oleh Kristanti Ambar Puspitasari (Ka. LPPM-UT), Lilik Aslichati, dan Tutisiana Silawati melakukan studi banding ke LPPM Universitas Brawijaya, Malang. Perwakilan UT ini diterima oleh Prof. Dr. Ir. Woro Busono, MS. (Ka. LPPM), Dr. Ir. Maftuch (Sekretaris LPPM), Dr. Senoaji (KKJF- KKN), Dr. Atiek Iriany (KKJF Pengabdian kepada Masyarakat), Sri Aminin, S.IP, M.AP. (Kabag.TU) dan Sri Purworini, SE. (Kasubag.Umum).

Universitas Brawijaya dipilih untuk tempat melakukan studi banding karena keberhasilan KKN mahasiswa Universitas Brawijaya dalam ikut serta memberdayakan masyarakat di Jawa Timur dan di berbagai daerah di luar Jawa Timur.  Program KKN di Universitas Brawijaya merupakan matakuliah tidak wajib dengan bobot kredit antara 3 -4, dan syarat mengikutinya ditentukan oleh masing-masing Fakultas.

Pada kesempatan kunjungan tersebut Ka. LPPM UT menyampaikan bahwa mahasiswa UT saat ini berjumlah lebih dari 300.000 dan  tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan di beberapa negara lain. Ka. LPPM UB menginformasikan bahwa saat ini di Jawa Timur telah dibentuk Paguyuban PTN, yang antara lain terdiri dari UB, UIN Surabaya, UIN Malang, dan lain-lain (akan berjumlah 11 PTN) yang melaksanakan KKN Pertides (perguruan tinggi untuk Desa). UT diundang untuk ikut serta melibatkan mahasiswa dalam program ini,  terutama dalam pendampingan pengelolaan keuangan Desa terkait kucuran dana desa yang mencapai 1 M. Saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 74.000 desa sehingga kerjasama pendampingan pengelolaan keuangan desa sangat diperlukan mengingat luasnya daerah di indonesia yang memerlukan pendampingan.

Acara studi banding ditutup dengan saling tukar cinderamata.