PENGARUH TUTORIAL REMEDIASI DALAM

MENINGKATKAN JUMLAH KELULUSAN MATA KULIAH

Zulkabir & Dina Thaib

(Universitas Terbuka)

 

This article describes the results of an evaluation study of redial tutoring and it's influences for improving student learning performances in UPBJJ UT Bandung. This tutorial was conducted in 13 out of 17 'kabupaten/kota' on 2001. Teh results showed that tutors, students and local executors have done their jobs well. Besides that, remedial tutoring has been able to enhance student learning performances for six out of seven tutored couses. The results of the study supports Wardani (2001) and Warkiri et al. (1999) findings and research  hypothesis that remedial tutoring will influence student learning performances if the important components such as tutors, students and local executors do their jobs properly.


Program Penyetaraan D-II PGSD hingga kini masih memberlakukan dua kurikulum bagi mahasiswanya, kurikulum 1990 dan kurikulum 1996. Dalam implementasi kedua kurikulum tersebut banyak masalah yang dihadapi yang disebabkan antara lain oleh materi modul yang terlalu berat, ketersediaan modul yang terbatas dan tidak tepat waktu, soal ujian yang rumit, serta masalah pribadi yang dihadapi oleh mahasiswa. Hingga saat ini masih banyak mahasiswa, baik yang menempuh kurikulum 1990 maupun 1996, belum dapat menuntaskan studinya.

Upaya Universitas Terbuka (UT) memberikan Ujian Ulang Tambahan (UUT) kepada mahasiswa DI-II PGSD belum mampu menunjukkan peningkatan jumlah mahasiswa yang lulus. Diperlukan upaya lain untuk meningkatkan tingkat kelulusan tersebut, antara lain dengan memberikan bimbingan belajar intensif dalam bentuk tutorial yang disebut sebagai tutorial remediasi, sebelum mahasiswa menempuh UUT. Mengingat beragamnya cakupan materi yang harus dibahas dalam waktu yang terbatas serta bervariasinya prakondisi intelektual mahasiswa, diperlukan komitmen yang tinggi dari semua unsur terkait mulai dari pengelola, tutor, dan mahasiswa untuk membuat tutorial remediasi bermakna dan berpengaruh positif terhadap keberhasilan mahasiswa dalam menempuh ujian UUT.

Suatu kondisi belajar optimal akan dapat dicapai apabila tutor mampu memberikan pengajaran yang serasi serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (Wiryawan dan Noorhadi, 1999). Perencanaan tutorial yang rapi dan adanya interaksi antara mahasiswa dan tutor yang positif pada akhirnya akan memberikan hasil yang lebih baik bagi mahasiswa (Surya, 1992). Bentuk layanan lain yang dapat diberikan tutor antara lain memberikan motivasi kepada mahasiswa dan memperbaiki kebiasaan serta cara belajar yang keliru. Jika hal itu diabaikan, maka pelaksanaan tutorial remediasi menjadi tidak bermakna. Sebagaimana dikemukakan Arikonto dalam Warkitri, dkk (1999), bahwa "Apabila mahasiswa yang tidak bisa menguasai bahan belajar secara tuntas dibiarkan, akan mempengaruhi penguasaan bahan pengajaran berikutnya, sehingga bahan belajar yang belum dikuasai semakin menumpuk atau meluas" (h.9, 15).

Faktor lain yang turut pula memberi pengaruh terhadap keseluruhan proses tutorial remediasi, sekaligus pencapaian hasil belajar yang optimal adalah ketersediaan daya dukung sarana dan prasarana serta kondisi lingkungan yang memadai. Oleh karenanya keterlibatan dan peran serta pihak-pihak pengelola dan tutor menjadi cukup penting dalam upaya meningkatkan prestasi belajar mahasiswa seoptimal mungkin, melalui proses interaksi yang terencana, terorganisasi dan terkontrol dengan cara memperhatikan kondisi mahasiswa serta daya dukung sarana dan lingkungan tempat tutorial (Warkitri dkk., 1999). Hal ini berarti, tutorial remediasi akan memberi pengaruh peningkatan kelulusan yang signifikan bila masing-masing unsur yang saling mempengaruhi yaitu mahasiswa, tutor dan pengelola menjalankan tugasnya mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan dengan baik (Wardani, 2001).

Di UPBJJ-UT Bandung, tutorial remediasi dilaksanakan untuk mata kuliah semester II dan IV kurikulum 1996 di seluruh kabupaten di wilayah kerja UPBJJ-UT Bandung, kecuali kabupaten Karawang, Ciamis, Bekasi dan kota Cirebon. Tutorial remediasi dilaksanakan dengan sistem 'blok waktu' pada saat liburan catur wulan pertama tahun ajaran 2001/2002 dan hanya diadakan di kota Kabupaten. Setiap mahasiswa hanya dapat memilih 5 (lima) mata kuliah untuk tutorial remediasi, dimana masing-masing mata kuliah mempunyuai durasi waktu keseluruhan selama 3 (tiga) jam pelajaran @ 60 menit. Sebagai persiapan, UPBJJ-UT Bandung telah melaksanakan penataran dan lokakarya bagi tutor dan pengelola daerah. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempersiapkan tutor dan pengelola agar kedua unsur penting ini memperoleh kesamaan pandangan mengenai tugas masing-masing dalam kegiatan tutorial remediasi. Untuk tutor, kegiatan ini difokuskan pada pendalaman materi tutorial yang meliputi: (1) mengidentifikasi materi yang kira-kira sulit bagi mahasiswa, (2) menyusun RAT dan MAT, serta (3) membuat seperangkat latihan atau tugas dan menyusun daftar kiat mengerjakan tes bentuk objektif yang efektif.

Sedangkan untuk pengelola, kegiatan ini difokuskan pada persiapan menghadapi kegiatan tutorial remediasi yang meliputi: (1) penyusunan format tutorial, (2) penyusunan petunjuk pelaksanaan sosialisasi dan registrasi mahasiswa calon peserta tutorial remediasi, (3) penetapan jadwal kegiatan, dan (4) penetapan tutor. Kegiatan ini dilaksanakan dua kali yaitu pada bulan Agustus dan pada bulan Oktober 2001, masing-masing untuk semester II dan IV. Hasil dari kegiatan penataran ini menjadi pegangan bagi tutor maupun pengelola dalam melaksanakan tugasnya, sehingga terjadi keseragaman dalam pelaksanaan kegiatan tutorial di seluruh kabupaten/kota di wilayah kerja UPBJJ-UT Bandung. Untuk mengantisipasi jumlah kelas tutorial dan mata kuliah yang ditutorialkan pada setiap kabupaten/kota, maka UPBJJ-UT Bandung pada akhir bulan September sampai pertengahan bulan Oktober 2001 melakukan analisis terhadap data nilai ujian mahasiswa yang diperoleh dari Pusat Pengujian UT. Suatu mata kuliah dinyatakan layak untuk ditutorialkan bila jumlah peserta mata kuliah tersebut minimal 25 mahasiswa. Hasil analisis ini, yang berupa perkiraan jumlah kelas dan mata kuliah yang akan ditutorialkan, didistribusikan kesetiap pengelola daerah kabupaten/kota sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan registrasi peserta tutorial remediasi serta menetapkan jadwal dan jumlah tutor yang diperlukan.

Artikel ini menyajikan hasil penelitian mengenai pengaruh tutorial remediasi dalam meningkatkan jumlah kelulusan mahasiswa D-II PGSD di UPBJJ-UT Bandung. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah mahasiswa D-II PGSD Guru Kelas dan Penjaskes dengan status lewat masa studi, tutor dan pengelola (Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota) yang terlibat kegiatan tutorial secara langsung dari 13 daerah tingkat dua di wilayah kerja UPBJJ-UT Bandung di tempat tutorial remediasi dilaksanakan. Sampel terdiri dari 140 tutor, 840 mahasiswa dan 14 pengelola. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh tutor, mahasiswa, dan pengelola. Selanjutnya, analisis terhadap data yang telah diolah dilakukan untuk memperoleh gambaran sejauh mana ketiga unsur yaitu tutor, mahasiswa dan pengelola telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Kriteria 'baik' untuk pelaksanaan tugas masing-masing unsur ditetapkan bila minimal 75% responden berkesimpulan sama atas indikator yang dinilai, kriteria 'cukup baik' bila minimal 50%, dan kriteria 'kurang baik' bila minimal 25%. Hasil akhir penilaian dari ketiga unsur pada setiap elemen tugas adalah angka rata-rata dari jumlah penilaian yang diberikan. Untuk mengetahui apakah tutorial remediasi memberi peningkatan pada kelulusan mahasiswa dilakukan pengujian hipotesis. Hipotesis penelitian adalah bahwa rata-rata nilai mahasiswa yang mengikuti tutorial remediasi adalah lebih baik bila dibandingkan dengan nilai rata-rata mahasiswa yang tidak mengikuti tutorial remediasi.

hasil dan pembahasan

Keberhasilan Pelaksanaan Tugas dalam Penyelenggaraan Tutorial Remediasi

Hasil yang diperoleh pada tahap persiapan dan pelaksanaan memberikan gambaran yang utuh terhadap kinerja pengelola, tutor dan mahasiswa dalam kegiatan tutorial remediasi di UPBJJ-UT Bandung. Kinerja mahasiswa yang dinilai pada tahap persiapan tutorial remediasi antara lain meliputi kepemilikan modul, membaca modul, serta identifikasi materi sulit. Sedangkan untuk tutor, kinerja yang dinilai antara lain meliputi penyusunan Rancangan Aktivitas Tutorial (RAT) dan Matriks Aktivitas Tutorial (MAT), penyusunan daftar materi sulit, persiapan latihan/tugas, serta penyusunan daftar kiat-kiat mengerjakan tes objektif. Untuk pengelola, kinerja yang dinilai meliputi informasi tutorial, daftar peserta, jadwal tutorial, serta ketersediaan sarana tutorial.

Pada tahap pelaksanaan, kinerja mahasiswa yang dinilai meliputi kepemilikan modul, kehadiran, sikap, keaktifan dalam diskusi, serta pengerjaan tugas yang diberikan. Untuk tutor kinerja yang dinilai meliputi antara lain penyampaian materi sulit, pemberian tugas/latihan dan kiat-kiat menjawab materi sulit, serta respons terhadap pertanyaan mahasiswa. Sedangkan untuk pengelola, kinerja yang dinilai meliputi kehadiran, penyediaan sarana/prasarana dan fasilitas pendukung tutorial.

Tabel 1 di bawah ini menunjukkan hasil penilaian terhadap keseluruhan elemen pelaksanaan tutorial tersebut secara rinci. Untuk pelaksanaan tutorial, unsur tutor, memperoleh penilaian dengan kriteria 'baik' yang terbanyak yaitu di 10 kabupaten/kota, disusul oleh unsur pengelola di 8 kabupaten/kota dan unsur mahasiswa di 7 kabupaten/kota. Dari tabel ini juga terlihat bahwa, terdapat 4 kabupaten yang ketiga unsurnya memperoleh kriteria 'baik' pada setiap elemen, yaitu kabupaten Cianjur, Indramayu, Garut dan Tasikmalaya. Dari perhitungan rata-rata terhadap elemen-elemen pelaksanaan tutorial untuk ke tiga unsur diperoleh hasil 9 kabupaten/kota telah menjalankan tugasnya dengan kriteria 'baik', sedangkan kota Bandung dan Bekasi serta kabupaten Cirebon telah menjalankan tugasnya dengan 'cukup baik'.

Tabel 1. Hasil Penilaian terhadap Kinerja Mahasiswa, Tutor dan Pengelola

Keterangan: M = Mahasiswa; T = Tutor; P = Pengelola

Hasil penilaian terhadap kinerja 3 (tiga) unsur yang saling terkait pada kegiatan tutorial remediasi bagi mahasiswa D-II PGSD status lewat masa studi di UPBJJ-UT Bandung menunjukkan bahwa ketiga unsur tersebut masing-masing telah menjalankan tugasnya dengan kriteria 'baik' (81,6% untuk pengelola, 84,3% untuk tutor dan 77% untuk mahasiswa). Hasil ini memberikan gambaran bahwa walaupun mekanisme tutorial remediasi berbeda dengan tutorial yang selama ini dilaksanakan, tutor dapat menyesuaikan dengan kondisi yang diinginkan. Berdasarkan komentar yang diberikan tutor, kegiatan pembekalan bagi tutor yang dilaksanakan UPBJJ-UT Bandung sebelum kegiatan tutorial berlangsung, kemampuan intelektual tutor serta pengalaman bertahun-tahun menjadi tutor D-II PGSD UT menjadi faktor yang turut menyumbang keberhasilan tutor dalam menjalankan tugasnya. Sulit bagi tutor dengan pengalaman yang minim untuk dapat beradaptasi dengan mekanisme yang diterapkan dalam kegiatan tutorial remediasi ini, sehingga berakibat pada kinerja yang dihasilkan seperti terjadi di kota Bekasi. Namun waktu yang singkat juga menjadi kendala bagi sebagian tutor seperti terungkap pada komentar.

Walaupun tidak sebaik tutor, terjadi peningkatan kinerja mahasiswa pada tahap pelaksanaan di beberapa kabupaten/kota. Peran tutor dalam memberi motivasi, bimbingan pemahaman materi sulit dan kiat-kiat mengerjakan soal pilihan berganda selama kegiatan tutorial remediasi menumbuhkan rasa percaya diri mahasiswa dalam menghadapi UUT. Kesemuanya ini terungkap dalam komentar yang disampaikan sebagian mahasiswa melalui kuesioner yang disebarkan. Walaupun demikian, tidak sedikit komentar yang menyebutkan bahwa penjelasan tutor membingungkan dan terkesan terburu-buru, tetapi dimaklumi karena sempitnya waktu.

Masih adanya dualisme dalam pengelolaan penyetaraan D-II PGSD UT antara Dinas Pendidikan dan Kandep Dikbut di sebagian kabupaten/kota merupakan kendala terbesar yang dialami pengelola dalam menyampaikan informasi kegiatan tutorial remediasi kepada tutor dan kepada mahasiswa, yang berdampak pada 'kurang baiknya' kinerja pengelola menurut mahasiswa dan tutor di sebagian kabupaten/kota. Kondisi ini tidak terjadi dalam hal pelayanan penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk kegiatan tutorial.

Nilai Mata Kuliah

Berdasarkan hasil uji statistik, hipotesis bahwa prestasi belajar mahasiswa D-II PGSD yang mengikuti tutorial remediasi lebih tinggi dari pada prestasi belajar mahasiswa yang tidak mengikuti tutorial remediasi dapat diterima, karena hasil tes menunjukkan perbedaan yang signifikan (pada a = 0,05). Hal ini berlaku untuk enam mata kuliah dari tujuh mata kuliah yang diteliti, yakni PGSD 2201 (Strategi Belajar Mengajar, 4 SKS), PGSD 2202 (Pendidikan IPS di SD, 3 SKS), PGSD 2203 (Konsep Dasar IPA II, 3 SKS), PGSD 2204 (Matematika, 4 SKS), MKDK 2103 (Psikologi Belajar, 2 SKS), serta MKDK 2104 (Kurikulum Pembelajaran, 2 SKS).

Satu mata kuliah yakni PGSD 2205 (Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia di Kelas Rendah, 3 SKS) menghasilkan kesimpulan yang berbeda yaitu tidak terdapat perbedaan yang nyata antara prestasi belajar mahasiswa yang mengikuti tutorial remediasi dengan prestasi mahasiswa yang tidak mengikuti tutorial remediasi. Prestasi belajar ini diukur melalui rata-rata bobot nilai yang diperoleh mahasiswa, yaitu A = 4, B = 3 C = 2 D = 1, dan E = 0. Tabel 2 di bawah ini menunjukkan distribusi nilai mahasiswa peserta dan bukan peserta tutorial remediasi.

Tabel 2. Distribusi Nilai Ujian MU 2001.T Peserta dan Bukan Peserta Tutorial Remediasi

Keterangan:

T = Peserta Tutorial Remediasi

B = Bukan Peserta Tutorial Remediasi

Sem = Semester

II/GK = Guru Kelas

II/JK = Guru Penjaskes

Keseluruhan hasil ini menunjukkan bahwa telah terjadi hubungan yang baik antara mahasiswa dan tutor serta interaksi yang terencana, terorganisasi dan terkontrol antara tutor dan pengelola selama tutorial remediasi di UPBJJ-UT Bandung. Hal ini menjadikan tutorial remediasi di UPBJJ-UT Bandung menjadi lebih bermakna dan memberi pengaruh peningkatan kelulusan yang signifikan pada enam dari tujuh mata kuliah yang diteliti, seperti terungkap dari hasil uji statistik.

Hasil yang berbeda terjadi untuk mata kuliah PGSD 2205, dimana tutorial remediasi tidak memberi pengaruh pada peningkatan kelulusan mahasiswa. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan. Model, metode dan pendekatan tutorial yang telah disepakati pada saat pembekalan yang diharapkan mampu membantu mahasiswa dalam meningkatkan hasil belajarnya ternyata tidak memberikan hasil yang diharapkan. Kemungkinan lain, tutor tidak mampu menyampaikan materi dengan model, metode dan pendekatan yang telah ditetapkan atau mahasiswa tidak mampu menyerap esensi yang disampaikan tutor karena sempitnya waktu. Semua kemungkinan ini memerlukan penelitian yang lebih lanjut.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa secara umum hasil penelitian mendukung hipotesis penelitian, yaitu bahwa rata-rata nilai mahasiswa yang mengikuti tutorial remediasi lebih baik bila dibandingkan dengan rata-rata nilai mahasiswa yang tidak mengikuti tutorial remediasi. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi proses interaksi yang terencana, terorganisasi dan terkontrol antara mahasiswa, tutor dan pengelola yang ditunjukkan oleh hasil penilaian pelaksanaan tugas ketiga unsur tersebut. Penelitian ini juga menunjukkan adanya pengaruh tutorial remediasi dengan peningkatan prestasi belajar enam dari tujuh mata kuliah yang ditutorialkan pada masa ujian 2001.T sehingga mampu memberikan pengaruh positif terhadap kelulusan mata kuliah tersebut. Tidak adanya pengaruh tutorial remediasi dengan peningkatan belajar untuk mata kuliah PGSD 2205 dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan yang perlu diteliti lebih lanjut.

Saran yang dapat diberikan kepada pihak manajemen adalah dengan tetap mempertahankan mekanisme tutorial yang telah mampu memberi peningkatan prestasi belajar dan melakukan studi lebih lanjut untuk mencari pendekatan yang cocok untuk mata kuliah rumpun bahasa.

REFERENSI

Surya. (1992). Tutor dalam belajar jarak jauh. Makalah tidak dipublikasikan. Bandung: UPBJJ-UT Bandung.

Wardani, I.G.A.K. (2001). Panduan penyelenggaraan tutorial remediasi. Makalah tidak dipublikasikan. Jakarta: FKIP Universitas Terbuka.

Warkitri, dkk. (1999). Penilaian pencapaian hasil belajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wiryawan, S.A. dan Noorhadi, Th. (1999). Strategi belajar mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka.